//
you're reading...
Uncategorized

Kisah Hidup Syafitri dan anaknya

Kisah Hidup Syafitri dan anaknya
(22 Tahun Ibu Rumah Tagga Warga Kabupaten Bandung)

Syafitri (22 tahun) lahir di Bandung tanggal 10 Mei 1988 dari keluarga yang boleh di katakan kurang mampu. Syafitri adalah perempuan yang di nikahi secara syah oleh Nurhasan (almarhum) seorang laki-laki yang di kenalnya sebagai pria baik yang bertanggug jawab dan siap menikahinya, baginya riwayat dan latar belakang suaminya tidaklah begitu penting karena dia lebih membutuhkan tanggung jawab yang di tunjukan oleh pria yang akan menikahinya itu untuk dapat bersama-sama membangun mahligai kehidupan dan membangun istana rumah tangga di kelilingi oleh anak-anak yang luculucu. Sebagaimana kebanyakan keluarga di Indonesia khususnya mereka yang kebetulan berada pada lingkup masyarakat ekonomi pas-pasan atau dapat di sebut miskin, kesehatan baginya adalah hal yang penting namun bukan satu-satunya tujuan yang akan membahagiakanya dan keluarganya. Barangkali hal ini seperti terjadi akibat minimnya akses informasi yang di peroleh mereka yang kurang beruntung hidup di negeri ini atau mereka yang masih dapat di katagorikan penduduk miskin.
Ibu beranak satu ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki tujuan hidup tinggi yaitu memiliki keluarga yang bahagia dan dapat memberikan penghidupan yang layak pada anak-anakanya kelak. Namun cita-cita itu hancur sejak beliau mulai mengetahui statusnya sebagai orang yang terinfeksi HIVAIDS sebagai akibat dari kebiasaan suaminya yang ternyata belakangan di ketahuinya sebagai Pengguna narkotika suntik dan telah tertular HIV-AIDS. Hatinya begitu sakit dan tersayat begitu mengetahui bahwa dia harus tertular di kamar tidurnya yang di gunakan setiap malam untuk merajut mimpi-mimpi masa depat sebelum terlelap. Sakit itupun kembali menyayatnya saat diapun akhirnya harus mengetahuinya bahwa satu-satunya warisan yang masih di milikinya dari almarhum suaminya telah juga di wariskan pada putra tercintanya yang baru berusia 6 tahun. Lagi-lagi akses informasi harus menjadi kambing hitam dalam persoalan yang di hadapi Janda beranak satu ini.
Dengan virus yang menginfeksi tubuh dan anaknya ini, janda yang di tinggalkan suaminya sejak 8 Agustus 2008 yang lalu ini, tidak begitu saja menyerah dan menerima hidup ini tanpa keinginan untuk berubah dan mencoba memulai hidup ini dengan mulai tidak memikirkan virus yang ada di dalam tubuhnya. Diapun mulai ingin mengenal pria lainnya yang mungkin masih dapat menerimanya dalam kondisi seperti sekarang. Hingga akhirnya dia mulai mengenal seorang pria gagah dengan status duda beranak satu yang di kenalnya dan dari keluarga berada kakaknya adalah seorang dokter , hari-demi hari hubungannya dengan pria inipun mulai dekat. Seperi harapannya pria yang lebih tua dua kali lipat dari usianya ini ternyata dapat memenuhi harapannya untuk dapat mengenal pria yang dapat menerimanya sebagai orang yang terinfeksi HIV-AIDS. Namun cd4 di tubuhnya sudah tidak dapat menahan laju pertumbuhan HIV dalam tubuhnya sehingga diapun mulai sering sakit-sakitan dan di rawat di rumah sakit. Masih beruntung pria ini bertanggung jawab dan membiayai seluruh biaya rumah sakitnya. Peristiwa ini tidak terjadi sekali namun sudah berulang kali bahkan sudah berpuluh juta mungkin uang yang di keluarkan pacarnya yang duda beranak satu ini untuk membiayai rumak sakit.
Janda muda dan cantik inipun mulai merasa bahwa dirinya telah banyak berhutang budi pada pacarnya. Sementara tubuh dan rupanya tidak lagi seperti dulu, tubuhnya mulai mengecil dan wajahnyapun tidak lagi bersianar seperti dulu sementara kulitnya hari ini mulai terlihat agak menghitam, dia mulai sadar kenapa pria baik beranak satu itu tidak lagi sering menyambanginya di rumah..? padahal dia membutuhkan pengobatan yang tidak murah belum lagi anaknya yang mulai akan mengikuti terapi ARV di rumah sakit. Diapun mulai banyak melamun dan tidak tahu apa yang harus di lakukannya dan kepada siapa harus berbagi. Barang kali SMS ke sebuah station televisi akan membuatnya lebih baik dan menarik simpati beberapa fihak.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: