//
you're reading...
Pers Release

Keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS masih memprihatinkan

PKBI Jawa Barat ( 20/11 ) –

Keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS masih memprihatinkan

Kota Bandung, sebagai kota pariwisata ternyata memiliki sisi lain yang mungkin tidak semua orang dapat mengenalinya. Salah satunya adalah jumlah komulatif kasus HIV/AIDS yang saat ini telah mencapai 1467 kasus, dimana rata – rata bagian masyarakat yang terpapar adalah usia produktif 14 – 29 tahun. Satu generasi bangsa, warga Bandung tercinta terancam keberadaannya bila kita tidak melakukan sesuatu, dengan munculnya kasus HIV/AIDS di Jawa Barat pada perkembangannya memunculkan IDU’s ( Injecting Drugs User ) sebagai prioritas penanggulangan akibat dari tingginya risiko perilaku mereka.

62,5% penularan HIV/AIDS di Jawa Barat di sumbangkan melalui penggunaan jarum suntik tidak steril diantara IDU’s, hal tersebut menjadi sebuah fenomena gunung es, sebagaimana organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan, dari setiap 1 kasus HIV/AIDS yang tercatat disinyalir ada 100 kasus HIV/AIDS lainnya yang tidak terdokumentasi. Bagaimanapun, fenomena ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Peran kita sebagai anggota masyarakat, sekecil apapun, sangatlah berarti dalam upaya mencegah semakin bertambahnya angka warga masyarakat yang terpapar HIV/AIDS.

Masih sedikit sekali masyarakat yang paham bagaimana HIV/AIDS bisa menular atau strategi apa yang harus dilakukan guna mencegah terjadinya penularan, bagi sebagian orang HIV/AIDS adalah sebuah penyakit kutukan yang harus dijauhi atau dikarantinakan, padahal itu hanya akan membuat sebuah masalah baru terhadap pemenuhan atas hak azasi manusia yang merdeka., hal ini berdampak pada stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap keberadaan ODHA dilingkungannya.

Upaya – upaya penanggulangan HIV/AIDS seakan – akan diserahkan mandatnya secara penuh kepada LSM – LSM yang bergerak dibidang ini, pemerintah memiliki kesulitan dalam menjangkau secara langsung kepada kelompok sasaran, masyarakat berdiam diri seakan – akan HIV/AIDS masih jauh di luar lingkungannya. Padahal kalo kita lihat kasus yang terjadi di Papua, HIV/AIDS telah menularkan kepada kelompok – kelompok risiko rendah seperti ibu rumah tangga dan pemuka agama.

Keadaan tersebut di atas menjadi keprihatinan banyak pihak, tidak saja pihak – pihak yang terkait, namun kita semua sebagai warga tanah Pasundan. Untuk itulah, PKBI Jawa Barat yang salah satu programnya adalah memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS, berupaya untuk menyebarluaskan informasi dasar seputar HIV/AIDS kepada sebanyak mungkin orang dari berbagai lapisan masyarakat: di tingkat kecamatan, kelurahan, RW/RT, institusi pendidikan serta bagian masyarakat lain yang memerlukan informasi HIV/AIDS, melalui penyuluhan dan sosialisasi serta rencana pembentukan Warga Peduli AIDS.

Warga Peduli AIDS

Seiring dengan upaya memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS dan menghindari terjadinya pergeseran penularan kepada kelompok risiko rendah maka pembentukan Warga Peduli AIDS menjadi salah satu solusi yang dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk dapat terlibat secara langsung dalam mencegah dan mendukung Orang dengan HIV/AIDS yang berada di lingkungannya.

Masyarakat yang sangat mengetahui akan situasi, kondisi serta karakter sosialnya sangat efektif dalam menghindari bertambahnya kasus ini, masyarakat diharapkan dapat membentuk sekutu – sekutu secara vertical maupun horizontal termasuk advokasi terhadap kebijakan – kebijakan yang sedikit sekali dalam mengakomodir kebutuhan ODHA.

Warga yang terlibat dalam kelompok ini akan payungi oleh lurah selaku pimpinan tertinggi yang ada dimasyarakat sekaligus sebagai Penasehat dari warga peduli AIDS dan dibantu oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai Pembina, sedangkan kelompok lain seperti karang taruna dan PKK akan bekerja sebagai pelaksana teknis yang menjangkau kelompok risiko tinggi yang ada di wilayahnya.

Kemudian kegiatan – kegiatan lain yang menjadi bagian utama dari warga peduli AIDS ini adalah mendukung instruksi walikota kepada seluruh Bupati/Camat dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui implementasi dalam program kelurahan seperti diefektifkannya ‘rempug warga’ yang melibatkan puskesmas, pemasangan spanduk disetiap kelurahan/kecamatan, penyuluhan kepada elemen masyarakat ( RT/RW ), termasuk perawatan, dukungan, dan pengobatan HIV/AIDS.

Model pengembangan warga peduli AIDS ini diambil dari suksesnya posyandu yang dalam mengurangi tingkat kematian ibu dan anak yang pernah menjadi permasalahan bangsa atau Warga Siaga yang ada di Cirebon dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi dan mencegah tingkat kematian ibu dan anak.

Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi :

1. Riki Febrian ( Program Manager Harm Reduction PKBI Jawa Barat ) telp. 022 91237643

2. Yustinus Budiwanto ( Divisi Advokasi HR-PKBI Jawa Barat ) telp. 081573466593

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: