//
you're reading...
Testimonial

Keluarga dan Cinta

Dandanan gaul yang jadi ciri khasnya, seniman sejati begitu dia menyebutkan dirinya. Satu sosok lelaki yang terlibat dalam pergaulan dan lingkungan yang salah menjadikannya seorang pecandu. Permasalahan keluarga dan percintaan selalu menjadi alasan pelariannya terhadap narkoba. 5 tahun sudah dia mengembara di kota lain tanpa sanak keluarga, kesepian dan kesendirian menjadi menu hariannya. Tak ada lagi tempat yang melebihi kesunyian hatinya.

Dalam kesendiriannya, dia, Kabuki, nama yang unik untuk seorang yang unik juga mencoba bertahan dan memerangi kesepiannya dengan satu jalan pintas yaitu narkoba. Masih adakah yang peduli padanya? Ketika dia membutuhkan belaian kasih keluarganya yang dia dapat hanya cacian dan makian, ketika dia mulai merasakan kasih dari seorang perempuan dan mampu membuatnya terlupa akan kecanduannya, tiba-tiba semua menghilang dari sisinya.

Senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya hanyalah berupa kepalsuan untuk menyembunyikan kekelaman batinnya. Hitam dan putih baginya berwarna abu, seakan tak ingin mendengar hatinya, dia tetap tersenyum menghadapinya. Jatuh bangun dihadapinya dengan senyuman, langkah labilnya tak terarahkan tanpa pernah mengerti apa yang dia cari.

Kabuki satu sosok yang mencari kasih, mencari perlindungan, mencari tempat untuk berteduh. Dimana ?!! batinnya menjerit sedang kelelahan dan kesunyian telah menguasai semangatnya. Sebotol minumanlah yang akan menemani kehampaannya dalam pencarian solusi dari permasalahan hidup yang dihadapinya.

Hari ini didepan semua orang yang baginya terlihat asing, dia, kabuki menyuarakan kesepiannya. Berharap seseorang akan menemani langkah-langkah sunyinya, baginya perjalanan hidup ini bagai lorong panjang yang gelap yang tak dia temukan tempat untuk cahaya. Dia mencoba berbagi pada dunia tentang kisahnya. Dengan gaya canda dan tawa dia menyuarakan hati seorang pecandu, namun dari sorot matanya yang tak mampu menyembunyikan kesunyian hatinya. Apa yang dia cari? Apa yang dia inginkan? Dan seribu tanya lagi yang dia atau kita tak pernah tahu jawabannya. Satu hal yang pasti dia hari ini, dia berdiri disana, ditengah-tengah masyarakat agar tidak adalagi generasi muda yang merasakan kesunyiannya. Dialah kabuki!

“Kabuki”

Diceritakan oleh Yustinus

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: