//
you're reading...
Testimonial

Aku Harus Kuat, untuk memberi kekuatan pada yang lain. (Dalam Kenangan, Sahabat, Inspirasi dan Hidupku)

Pagi ini aku mendapat kabar dari Jakarta perihal meninggalnya sahabatku, Dina. Entah mengapa, kabar tersebut begitu mengguncang aku. Dina yang CD4-nya lebih banyak dari CD4ku, Dina yang tampak lebih sehat dariku telah mendahului aku kembali pada sang Khalik. Sungguh, perjalananku dari Cisarua ke Bandung pagi ini seolah melayang. Aku bahkan tidak merasakan laju motor yang membawaku ke sanggar di jalan purwakarta 67.

Kehilangan seseorang yang dekat memang bukan pengalamanku yang pertama, tapi entah mengapa, perginya Dina dari dunia ini terasa begitu menyesakkan dada. Aku merasa begitu kehilangan dia. Bagiku, dia bukan hanya sekadar sahabat. Dinalah yang memberiku semangat, Dinalah yang pertama meyakinkanku atau membuatku yakin bahwa ODHA bukanlah masalah. Banyak kenangan yang kami bagi bersama, bagaimana kami memulai sebuah sanggar diawali dari sepetak kamar di sebuah ruko – hingga akhirnya kini bisa menempati sebuah rumah berlantai dua. Kami, aku dan Dina menjalani bagaimana kami makan berlauk tempe goreng, sebungkus berdua, atau bahkan pengalaman lain yang bagiku lebih banyak merupakan suka daripada dukanya.

Ya, awalnya Dina adalah klienku saaat aku berkarya sebagai seorang konselor di sebuah rumah sakit di Jakarta. Saat itu, dia datang dalam keadaaan sakaw. Setelah itu kisah berlanjut. Aku justru banyak belajar darinya. Aku menimba semangat dari pribadinya, semangat serta komitmennya. Bahkan, pernah suatukali Dia mengadaikan motornya, motor yang selama itu menjadi kaki mobilitasnya, agar sanggar kami bisa memiliki seperangkat komputer. Sungguh, aku banyak belajar darinya; tentang hidup, tentang semangat, tentang dedikasi. Aku benar benar belum bisa menerima kenyataan bahwa Dina telah tiada. Seolah sebagian dari diriku ikut mati, hilang bersama berpulangnya Dina.

Ada sejumput penyesalan saat terakhir kali aku berkunjung ke jakarta, aku tidak sempat berbincang, bahkan bertemu dengannya. Begitulah, sejatinya aku tidak takut kematian, namun, jauh di lubuk hatiku aku masih manusia yang merasakan kehilangan yang sangat. Sebentuk kehilangan yang tidak terbayangkan, tak terperikan.

Berat memang. Namun, aku harus tetap semangat untuk bisa memberi semangat pada yang lain. Mereka masih memerlukan dukungan.

Selamat jalan Dina, semoga kau tetap hidup dalam semangat dan solidaritasku, dalam karya serta keseharianku … kini, sampai akupun kembali ke haribaan-Nya.

Advertisements

Discussion

One thought on “Aku Harus Kuat, untuk memberi kekuatan pada yang lain. (Dalam Kenangan, Sahabat, Inspirasi dan Hidupku)

  1. Intervensi harus dapat menyokong rakyat untuk menjadi lebih pintar termasuk diantaranya penasun..

    Posted by Pendidik Rakyat | January 2, 2009, 4:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: